Sebagian besar orang mengira dengan membuat film yang melecehkan dan menghina sosok Nabi Muhammad SAW atau islam dengan film yang mengandung SARA seperti itu, mereka berfikir dapat dengan mudah memecah belah atau menjauhkan kaum muslimin dari agama islam yang tercinta ini ! tentu tidak bukan. Malah sebaliknya yang mereka lakukan akan menjadi bumerang bagi mereka.
Film Innocence of Muslims atau yang berjudul aslinya Innocence of Bin Laden yang memberi dampak negative kepada umat islam, sebenarnya merupakan sebuah film murahan yang tak ada nilai yang terkandung dan dibuat semena – mena tanpa ada nilai kebaikan yang terkandung dalam film ini.
Film yang dibuat oleh Nakoula Basseley Nakoula, seorang sutradara yang menganut paham Kristen Koptik berasal dari keturunan Mesir, dia sengaja dengan membuat film murahan tersebut untuk mencari tahu bagaimana reaksi umat islam yang dia deskripsikan sebagai kaum yang munafik di mata pembuat film.
Dalam film Innocence of Bin Laden tersebut, oleh sang sutradara sebagai seorang sosok Nabi Muhammad SAW yang dideskripsikan sebagai Nabi yang mengarang Al – Qur`an dan sebagai Nabi yang berhasil mengelabuhi umatnya pada zaman itu. Disini juga sosok Nabi digambarkan sebagai sosok yang suka bermain dengan wanita yang gila akan perempuan yang mempunyai banyak istri dan budak seks.
Karena begitu menghinakan dan memuakkan bagi umat islam, film tersebut membuat gempar umat muslim di seluruh dunia. Akibatnya, kaum muslimin di belahan dunia menuntut agar pembuat film Nabi tersebut diadili dengan hukuman yang seberat – beratnya.
Bahkan reaksi ini ditunjukkan melalui demonstran besar – besaran di dunia terhadap kedutaan – kedutaan Amerika Serikat dan symbol – symbol lain yang berkaitan dengan Amerika. Seperti para aksi – aksi demonstran tersebut yang menyebabkan tewasnya kedutaan besar Amerika dan tiga staff-nya untuk Libya.
Di belahan dunia reaksi keras tersebut yang diluapkan oleh umat islam dianggap biasa – biasa saja karena usaha penghinaan yang ditunjukkan kepada Nabi Muhammad SAW berulang – ulang dan terus menerus dipublikasikan oleh antek-antek para pembenci agama islam. Dan inilah yang diharapkan timbul oleh pembuat film ini.
Mereka melakukan hal tersebut karena mereka begitu iri dengan perkembangan islam yang semakin meroket di seluruh belahan dunia khususnya di Eropa dan Amerika.
Ketaatan yang diperlihatkan umat muslim di dunia terhadap ajarannya dan Nabi Muhammad SAW menjadi hambatan bagi mereka untuk menghancurkan agama islam yang kokoh imannya. Padahal, semakin mereka membenci umat islam untuk melakukan propaganda keji terhadap Nabi, maka umat islam semakin sulit ditanggalkan imannya.
Seluruh warga dunia yang melihat reaksi umat islam yang begitu keras terhadap penghinaan dan pelecehan tersebut, maka timbullah keinginan tahu mereka untuk mengetahui dan menggali apa yang mendorong umat islam rela berkorban untuk ajarannya dan Nabinya.
Sebelumnya mereka tidak pernah mengaetahui islam itu apa, malah tidak pernah mempunyai keinginan untuk mengetahui bagaimana islam itu. Tapi dengan banyaknya demonstran dimana – mana, mereka jadi terpincut untuk mempelajari dan membaca buku – buku tentang islam.
Bahkan, karena kecerdasan para orang barat itu, apalagi dengan kebanyakan orang barat yang memiliki sifat curiosity (keinginantahu), sifat keinginan tahu yang besar. Melihat agama islam menjadi perbincangan di seluruh dunia, orang barat tidak akan menerima begitu saja informasi negative tersebut.
Mereka men-searching serta googling sana sini, pada akhirnya mereka mengetahui informasi yang lengkap tentang islam. Bahkan, orang – orang barat diantaranya Allah SWT , memberikan hidayah kepada mereka untuk masuk ke dalam islam dan mereka tertarik masuk islam karena justru semakin gencarnya pemberitaan tentang islam.
Akibabatnya, orang – orang barat menjadi tahu yang sesungguhnya tentang islam dan Nabi Muhammad SAW yang digembor – gemborkan secara menista seperti yang dilakukan oleh pembuat film murahan itu. Ternyata setelah mereka searching bahwa Nabi Muhammad SAW dan ajaran yang diajarkan oleh-NYA adalah sangat mulia dan sempurna.
Setelah mereka menemukan sesuatu hal yang tidak pernah mereka temukan sebelumnya bahakan mereka menemukan jawaban dari pertanyaan – pertanyaannaya selama ini, terutama menyangkutkeberadaan Tuhan dalam kehidupan mereka.
Dan apa saja yang mereka tayangkan di media, baik yang bagus maupun yang menjelek – jelekkan islam justru akan menarik orang untuk mempelajari lebih banyak tentang agama islam. Namun sejarah telah membuktikkan betapa majunya islam di dunia.
Sebagai contoh kejadian 9/11, sebelas September dengan runtuhnya menara kembar (world trade center) karena “Serangan Teroris“. Setelah peristiwa itu, perkembangan umat islam berkembang sangat pesat dimana 6000 hingga 8000 ribu orang di Eropa dan di Amerika berlomba – lomba untuk masuk islam.